Catatan Yal Aziz Bagian (1): Mengkitisi Setahun Kepemimpinan Mah-Em

SEBAGAI warga Kota Padang, wajar-wajar saja jika ada perbedaan pendapat dan penilaian terhadap satu tahun kepemimpian Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah dan Wakil Walikota Emzalmi, yang dilantik, 13 Mei 2014 dan genap satu tahun, 13 Mei 2015.
Bagi yang pro, so pasti akan mengatakan, setahun kepemimpinan pasangan Mah-Em sukses dan telah berhasil pada berbagai program terutama 10 program yang disung saat kampanye. 
Sedangkan bagi yang kontra, so pasti juga akan mengatakan pasangan Meh-Em gagal dan tidak sesuai dengan program sewaktu kampanye dulu dan bahkan kinerja SKPD dijajarannya malempem dan tidak mencapai target dan laporan SKPD kepada walikota, sebagaimana dikatakan anggota dewan yang terhormat Wahyu Iramana Putra;”Laporam Kepala Bappelda ABS atau Asal Bapak Senang.”
Terlepas dari penilainya yang pro dan kontra tersebut, yang jelas Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah dan Wakil Walikota Padang Emzalmi, adalah manusia dan bukan malaikat atau superman. 
Sebagai seorang wartawan, saya menilai keseriusan Walikota Padang membangun Kota Padang, sangat layak diapresiasi atau diacungkan jempol, terutama masalah kebersihan yang mendapat perhatian berbagai media, termasuk media sosial. 
Dari beberapa informasi yang disuguhkan, terlihat dengan kasat mata Walikota Padang turun langsung bersama jajarannya membersihkan got, saluran dan mengangkat sampah yang bertebaran, terutama yang di Pasar Raya dan objek wisata pinggir laut yang populer dengan sebutan Taplau.
Kemdian, Walikota adang memerintahkan semua SKPD dn jajarannya untuk menjadi ujungtombak membersihkan kota dari sampah. Khusus untuk jajaran camat dan lurah, Walikota Padang memberikan warning, agar camat dan lurah harus mengankat sampah yang bertebaran di kecamatan dan kelurahannya. 
Begitu juga dengan keseriusan Walikota Padang membersihkan Objak  Wisata Batu Malin Kundang di Pantai Air Manis dengan merangkul dan sekaligus mengajak tentara untuk ikut serta mengembalikan kondisi batu si anak durhaka Malin Kundang yang sudah tertimbun pasir dan kini kondisi kapal lagenda itu seakan merapat lagi.
Setelah itu, saya yang pernah berdialog dan bertatap muka langsung untuk membahas masalah pendirian Koperasi Batu Akik Atom Shoping Center diresponnya secara spontan dan bahkan menantang untuk bertemu lagi untuk membahas program kedepannya.
Jujur dari hasil dialog tersebut, saya salut karena tak sedikitpun tersirat, apalagi berniat untuk mengambil keuntungan pribadi dengan rencana renovasi pusat perdagangan Atom Shoping center tersebut. Maksudnya Walikota Padang tidak meminta jatah dari petak kios dari perencanaan renovasi tersebut.

Sebelumnya, saya dan Bara Online Media juga bekerjasama dengan Humas Pemko Padang melaksanakan lomba menulis berita anatara wartawan se Kota Padang, baik dari media cetak, elektronik dan online. Ada yang saya salut dengan Walikota Padang yang tetap mendukung dana, walaupun tak ada pada perencanaan sebelumnya, seperti tiket sebanyak delapan orang dan sekaligus menginap di Pualau Batam untuk mengikuti acara puncak Hari Pers Nasional 9 Febrauari 2015 lalu.  (Bersambung)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *