Haji Amran dan Ibuk Je Aktor yang Sukses Membesarkan Universitas Baiturrahmah

BIJAK ONLINE (OPINI)-RASANYA, tidak ada pakar pendidikan di Sumatera Barat yang tak kenal dan tahu tentang sosok Haji Amran St Sidi Sulaiman, yang selalu didampingi istrinya Maizarnis yang akrab dipanggil ibuk Je, dalam membesarkan Universitas Baiturrahmah yang punya Fakultas Kedokteran Gigi satu-satunya di Pulau Sumatera untuk saat sekarang.

Saat ini, Universitas Baiturrahmah mempunyai tujuh program studi, yakni program studi Pendidikan Dokter yang berada di Fakultas Kedokteran, program studi Pendidikan Dokter Gigi di Fakultas Kedokteran Gigi, program studi Kesehatan Masyarakat di Fakultas Kesehatan Masyarakat, program studi Manajemen dan program studi Akuntansi keduanya di Fakultas Ekonomi serta, program studi D III Kebidanan serta program studi D III Teknik Radio Diagnostik dan Radio Terapi, keduanya berdiri sendiri di dalam universitas.

 Di samping itu terdapat pula program studi Keperawatan di Akademi Keperawatan yang juga berada di dalam pengelolaan Yayasan Pendidikan Baiturrahmah, tetapi secara adminstratif terpisah dari Universitas Baiturrahmah.

Sekarang bisa dikatakan, kalau  Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah merupakan satu-satunya fakultas sejenis dari 170 Perguruan Tinggi Swasta dalam binaan di Kopertis Wilayah X (Sumatera Bagian Tengah). Bahkan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah juga bisa dikatakan satu-satunya fakultas sejenis dan lebih 500 Perguruan Tinggi Swasta di Sumatera. Apalagi sekrang Universitas Baiturrahman telah membuka pula program studi Teknik Radio Diagnostik dan Radio Terapi yang juga satu-satunya program sejenis di Kopertis Wilayah X.

Sebelumnya tak banyak yang menyangka, jika H. Amran yang dilahirkan,  20 september 1929 lalu di Padang Panjang, sukses dan berhasil mendirikan sekolah mulai dari TK sampai perguruan tinggi. Bahkan, bila ditelusuri auto biografi Haji Amran, ternyata anak ketiga dari lima bersaudara ini, anak dari H. Nurdin Datuk Palembang yang merupakan seorang pedagang. Sedangkan orang tua perempuan Haji Amran adalah Siti Djalilah, seorang perempuan dari  Gantiang, yang punya sifat sabar, tabah dan  tabah dan taat beribadah.

Sosok  H. Nurdin orang tua Haji Amran, termasuk anak bangsa yang peduli pendidikan anaknya, sehingga Haji Amran semasa kecilnya  harus bersekolah,  berjalan kaki 3 kilo meter menempuh jalan setapak tanpa alas kaki. H Nurdin telah melatih dan membina Haji Amran untuk mandiri dan berdisiplin.

Kota Padang Panjang punya nostalgia tersendiri bagi Haji Amran. Soalnya, di Kota Padang Panjang  itulah  H. Amran memulai kehidupannya dengan menjual minyak tanah eceran, sampai meningkat terus menjadi agen. Berkat kegigihan dan keuletan, Haji Amran memulai bisnisnya dengan menyewa petak toko dengan berdagang semua keperluan harian atau sembako.

Setelah berhasil meniti karier dalam bisinis, maka 1952 Haji . Amran yang saat itu sudah berusia  22 tahun mempersunting Rosma yang kala itu berusia  19 tahun. Buah cinta kasih sayang dari perkawinan itu Haji  Amran dikaruniai 4 orang anak,  Ermida, Okmaida, Ali Herman dan Ahmad Suwarta. Kemudian, 1957 keberhasilan Haji Amran dalam bisnis, Haji Amran menikah lagi dengan Hj. Yusma dan punya anak yang bernama Retno Yelvi.

Kesuksesan Haji Amran di dunia bisnis, diawalnya dengan  usaha  berjualan kain dikaki lima pasar Mambo (kini  Koppas plaza) Pasar Raya Padang. Selain sibuk berbisnis, ternyata Haji Amran juga meneruskan pendidikannya di Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang. Di Fakultas Hukum Universitas Andalas, Haji  Amran, kuliahnya hanya sebagai pendengar terbaik.

Tekad membara yang diimbangi dengan ketaqwaan, termasuk salah satu kunci kesuksesan Ha ji Amran dalam membangun menara gading bisnisnya. Perjalanan bisnis Haji Amran kian menggeliat begitu mendapat kesempatan menjadi agen PT Semen Padang dan agen garam, 1962 lalu. Bahkan, rekan-rekan Haji Amran menyebut dirinya sebagai Raja Garam. Kemudian, 1971, Haji Amran menunaikan rukun Islam yang kelima dengan bersyujud di Mekkah Al-Mukaramah mensucikan diri dengan mengharapkan redal Allah.

Sukses di dunia bisnis, ternyata Haji Amran juga sukses dalam berumahtangga. Buktinya, 1973 Haji Amran kembali menikha dengan Zairat dan dikarunia dua orang anak, Rika dan Sari.

Begitu pemerintah Sumatera Barat mengambil alih distribusi garama, tak membuat Haji Amran si Raja Garam patah semnagat dalam dunia bisnis. Bahkan, 1976  Haji Amran beralih ke dunia transfortasi dengan mengelola 40 unit kendaraan City Ekpres. Kemudian, 1978 Haji Amran membuka pula toko AC-DC Elektronik Servis di Jalan Muhammad Yamin, serta rumah foto.

Haji Amran Dirikan Yayasan Pendidikan Baiturrahmah
PESAN dan harapan orangtuanya H Nurdin merupakan salah satu dari alasan bagi Haji Amran untuk peduli pendidikan dan mengelola bisnis pendidikan. Selain itu, Haji Amran termasuk keluarga besar Muhammadiyah yang menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat.

Bisnis pendidikan, dimuali Haji Amran di Jalan Damar 1 Padang dengan mendirikan sekolah taman kanak-kanak diatas tanah seluas 1.200 meter dan sekaligus mendirikan Yayasan Pendidikan Baiturrahmah, 1979.

Begitu Haji Amran membuka sekolah TK, langsung populer, karena semua anak murid TK diantar dan dijemput pakai mobil sekolah dan muridnya waktu awal tersebut berjumlah 269 siswa siswi.
Sukses mendirikan sekolah taman kanak-kanak, Haji Amran juga menikah lagi dengan Maizarnis yang sebelumnya guru TK, 1984. Dari perkawinan tersebut, Haji Amran dan Maizarnis yang akrab dipanggil ibuk Je dikarunia 7 orang anak, Wahyu, Fadly, Ihsan, Irvan, Afdal, Rahma dan Rahmi Amran.

Kiprah Yayasan Pendidikan Baiturrahmah yang didirikan Haji Amran kian berkibar dan 1985, Haji Amran memperoleh pula izin operasional mendirikan Sekolah Tinggi Kedokteran Gigi (STKG). Yang hebatnya lagi, setelah 1987 STKG Haji Amran mendirikan kampus di Jalan Damar Nomor 5 Kota Padang yang berada dilokasi di sekolah-sekolah Yayasan Baiturrahmah lainnya.

Begitu keluar Surat Keputusan (SK) Mendikbud RI yang menerangkan STKG Baiturrahmah dengan  status terdaftar. SK Mendikbut itu kian membuat minat masyarakat untu masuk STKG kian deras, bahkan mahasiswaya datang dari luar Sumatera Barat.

Berikutnya, Haji Amran melakukan pengembangan Yayasan Pendidikan Baiturrahmah dengan mendirikan Fakultas Kedokteran, yang mendapatkan tangapan beragam dari pakar-pakar pendidikan kedkteran  di Sumatera Barat, yang menilai Haji Amran yang punya latar belakang ilmu kedokteran mampu dan bisa mendirikan fakultas kedokteran.

Ternyata, kekhawatiran dan berbagai ragam penilaian terhadap Haji Amran itu terjawab sudah dengan keluarnya  izin dari Dirjen Perguruan Tinggi, sehingga berdirilah fakultas kedokteran di Yayasan Pendidikan Baiturrahmah dan memberikan kepercayaan kepada Prof dr Asnil Sahim sebagai dekan Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah pertama.

Kini, Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah yang sebelumnya menumpang di gedung Sekolah Adasr Baiturrahmah, telah membangun kampusnya di atas tanah selaas 7,6 hektare di kawasan Air Pacah. Bahkan, ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan, komputer, labor bahasa telah sangat menunjang pendidikan kedokteran.

Kemudian, reputasi akademik Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Fakultas Kedokteran (FK), 1998 telah memperoleh status  B dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) dan Fakultas Ekonomi mendapat peringkat C. sampai tahun 2002 saja. Bahkan, Universitas Baiturrahmah telah berhasil melahirkan lebih 1.400 sarjana program S1 dan D III.

Universitas Baiturrahmah telah mempunyai berbagai fakultas dan program studi ; Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Program D III Kebidanan, Program D III Teknik Radiodiagnostik & Radioterapi. Dilengkapi dengan sebuah Mesjid yang indah dan Rumah Sakit Islam Siti Rahmah. Selain Universitas Baiturrahmah, Yayasan ini memiliki Akademi Keperawatan Baiturrahmah. (Yal Aziz)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *