Ketua KAN Lubuk Alung Berbalas Pantun dengan Wagub Sumbar

BIJAK ONLINE (Padang)-Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Alung, Suherman Datuk Pado Basa berbalas pantung dengan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Muslim Kasim dalam acara pergantian tahun baru di Koto Buruak, Lubuk Alung..
“Dari Lubuk Alung ke Balai Selasa, makan ikan di Sanur. Mari kito minta kepada Yang Kuasa, agar Muslim Kasim jadi gubernur,” kata Ketua KAN Lubuk Alung, Suherman Datuk Pado Basa ketika mengawali kata sambutannnya.
Begitu Ketua KAN Lubuk Alung itu selesai berpantun,  langsung diiringi dengan tepuk tangan meriah oleh warga masyarakat yang sengaja datang untuk menghadiri acara pergantian tahu baru.
Menurut Keta KAN Lubuk Alung Suherman Datuk Pado Basa, kehadiran Wakil Gubernur Sumatera Barat, Muslim Kasim  ke Koto Buruak Nagari Lubuk Alung, merupakan suatu kebanggaan dan kebahagian tersendiri bagi masyarakat, karena bisa bertemu kembali secara langsung denan mantan bupatinya.  “Yang paling membahagiakan masyarakat, karena jembatan yang direncanakan sewaktu pak Muslim Kasim jadi bupati, kini telah selesai dibangun sekitar 80 persen dan telah bisa dilalui masyarakat yang mempergunakan sepeda motor,” katanya.
Kemudian kata Ketua KAN Lubuk Alung, masyarakat Lubuk Alung telah menyatakan dukungannya.”Kami berharap agar pak Muslim Kasim bersedia untuk mencalonkan diri sebagai kandidat di Pilgub Sumbar 2015-2020 mendatang dan kami siap mendukung,” kata Suherman Datuk Pado Basa yang juga mendapat tepuk tangan dari masyarakat.
Sementara Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim mengawali pula kata sambutannnya dengan sebuah pantun. “Di Lubuk Alung ado gulai paku yang batambah lamak dimakan jo rakik maco. Lubuk Alung semakin maju, kareno ninik mamaknyo saiyo sakato.”
Balas pantung dari Wakil Gubernur Sumbar tersebut juga mendapatkan aplus dari masyarakat dengan tepuk tangan.
Menurut Muslim Kasim, dukungan ninik mamak kepada pemerintah sangat luar biasa, terutama dalam masalah pembebasan lahan untuk pembangunan. “Sikap dan kebijakan ninik mamak di Lubuk Alung dalam pembebasan lahan ini,  perlu jadi contoh yang baik bagi para para ninik mamak daerah lain,” katanya. (PRB)   

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *