Guru Agama di Kabuaten Solok Menerima Insentif

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Bupati Kabupaten Solok, Syamsu Rahim, menggelar acara silaturrahmi dengan para penyuluh agama, seperti guru TPA, TPQ dan MDA yang ada di Kabupaten Solok, bertempat di Spor Hall Batu Batupang, Selasa (30/12).
Selain Bupati, tampak hadir Kepala Bazda Kabupaten Solok, H. Khairi Yusri, Kemenag. H. Kardinal, Kabag Kesra, Suharmen, Sekretaris Camat Kubung Syofiarman, para penyuluh Agama dan guru mengaji se-kabupaten solok.
Acara silaturrahmi tersebut, juga digelar dalam rangka pendistribusian zakat kepada fisabilillah guru TPQ dan MDTA se Kabupaten Solok oleh pengurus Bazda. Sebanyak 290 orang fisabilillah, masing-masing menerima bantuan Rp. 500.000 per orang, dengan total bantuan yang didistribusikan sebanyak Rp 145 juta. 
Ketua Bazda Kabupaten Solok, H. Khairi Yusri, dalam laporannya menyebutkan bahwa Badan Amil Zakat Daerah Kabupaten Solok sudah menyalurkan dana sebanyak Rp.152.500.000 juta kepada para guru mengaji MDA,TPQ,  dan penyuluh agama  se-Kabupaten Solok. Sebelumnya, sebanyak 305 orang sudah di berikan bantuan kepada masing-masing penyuluh agama dan guru mengaji langsung melalui rekening guru mengaji yang bersangkutan .
Sementara Bupati Syamsu Rahim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemkab Solok sangat memperhatikan di sektor agama, terutama pada guru-guru MDA,TPQ. “Semakin baik pendidikan, semakin baik teknologi, tetapi kenapa  tidak berbanding lurus dengan aqidah agama Islam itu sendiri. Dalam hal ini, dituntut bagaimana peran guru-guru dan penyuluh agama betul-betul berperan di tengah masyarakat dalam pemberdayaan agama di nagari masing-masing, dalam persamaan visi dalam menjalankan tugas sebagai guru mengaji dan penyuluh agama,” tutur Syamsu Rahim.
Dijelaskannya, semua penyuluh agama dan guru mengaji, di berikan bantuan melalui rekening dan sudah di transfer ke masing-masing penyuluh. Kemudian dengan sudah dibangunnya Islamic Center  di Koto Baru, maka manfaatkanlah untuk kegiatan keagamaan di Kabupaten Solok.
Bupati berharap agar penerima bantuan jangan memandang berapa jumlahnya bantuannya, namun manfaatkanlah bantuan tersebut untuk kepentingan yang bermanfaat (wandy)