Akses Jalan Cupak Menuju Koto Anau Terputus Lebih Dari 20 Jam

Anggota DPRD Kabupaten Solok, Patris Chan, SH, Walinagari Cupak, Dasril SAg, bersama camat Gunung Talang, Drs. Sujanto Amrita, Danramil 09 Gunung Talang, Agus Sari, Perwakilan Dinas PU, perwakilan BPBD Solok dan masyarakat setempat ketika berada di lokasi longsor, jorong Balai Tangah Cupakaption
BIJAK ONLINE (SOLOK)-Hujan daeras yang menyirami Kabupaten Solok sejak Sabtu, 29 November 2014  sore, mengakibabkan beberapa daerah di Kabupaten Solok tergenang banjir dan terkena musibah longsor. Salah satu daerah yang paling parah dilanda longsor adalah Jorong Balai Tangah, Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.
Longsor di jorong Balai Tangah, mengakibabkan akses jalan tertutup timbunan longsor setinggi 5 meter dengan kelebaran longsor lebih dari dua hektare. Menurut tokoh masyarakat setempat, Muncak (45) Longsor terjadi sekitar jam 6 sore, atau menjelang maghrib. Akibab longsor tersebut, jalur transportasi dari Cupak menuju Koto Anau di kecamatan Lembang Jaya serta nagari sekitar, terputus sudah lebih dari 20 jam. Bahkan hingga berita ini diturunkan, satu alat berat berupa excavator  sudah sejak dari pagi mencoba mengangkat timbunan longsor dengan diangkut oleh 4 buah kendaraan menuju tempat pembuangan tanah. Puluhan pohon kelapa, cengkeh, coklat dan tanaman masyarakat lainnya, tumbang dibawa longsor. 
Walinagari Cupak, Dasril SAg, bersama Camat Gunung Talang, Drs. Sujanto Amrita, Danramil 09 Gunung Talang, Agus Sari, Anggota DPRD Kabupaten Solok yang merupakan warga setempat, Patris Chan, SH, Perwakilan Dinas PU, perwakilan BPBD Solok dan ratusan masyarakat sekitar, tampak dari pagi bergoro membuka akses jalan yang tertipun tanah dan batu-batu besar.
“Kita tidak tau apakah ada korban jiwa atau tidak, sebab jlan ini sangat ramai dilintasi kendaraan setiap waktu karena ini adalah jalur padat dan penduduknya sangat rapat. Jadi terpaksa kita harus ekstra hati-hati menggangkat timbunan longsor yang sangat tinggi ini,” tutur anggota DPRD Kabupaten Solok, Patris Chan, SH, yang diamini walinagari Dasril, yang sudah sejak dari malam berjaga-jaga di daerah lokasi longsor. 
Sementara menurut Camat Gunung Talang, Sujanto Amrita, untung saja di lokasi tidak ada rumah dan banyak pohon-pohon besar seperti kelapa, cengkeh dan kayu lainnya yang bisa menahan longsoran tanah dan batu. Kalau tidak, puluhan rumah yang berada di lereng bukit, akan tertimbun longsoran tanah dan batu. Hanya ada sebuah rumah yang mengalami rusak akibabt dihantam batu.
Sedangkan Kepala BPBD Kabupaten Solok, H. Abdul Manam, ketika dihubungi sedang berada di Jakarta dan mengaku sudah mengirim anggotanya ke lokasi untuk mendata jumlah kerugian. “Saya ada keperluan di Jakarta dan anggota sudah meluncur kesana,” tutur Abdul Manam.
Sampai berita ini diturunkan, puluhan aparat dari Danramil 09 Gunung Talang dan dibantu masyarakat sekitar, masih mencoba mengangkat timbunan tanah. “Kita harus kerja ekstra hati-hati, kalau tidak bila batu jatuh kebawah, akan menimpa puluhan rumah warga,” tutur Danramil 09 Gunung Talang, Agus Sari. 
Akses jalan yang menghubungan Nagari Cupak di Kecamatan Gunung Talang dan Nagari Koto Anau di kecamatan Lembang Jaya, bisa kembali dibuka, karena daerah Balai Tangah memang daerah rawan longsor. “Mudah-mudahan nanti malam atau besok hari jalan ini sudah bisa dilintasi kendaraan seperti baisa, kalau cuaca tidak hujan,” tutur Dasril, walinagari Cupak  (wandy) 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *