Wali Nagari Koto Gaek Sesalkan Petugas Damkar Solok Lalai

BIJAK ONLINE-Sebagai Walinagari Koto Gaek, Dusri Harpen dan beberapa masyarakat di Jorong Sukarami Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, sangat kecewa dan menyesalkan keterlambatan petugas pemadam kebarakan Kabupaten Solok, untuk menjinakan aksi si jago merah yang melalap bengkel sepeda motor milik  Syafrizal, Sabtu 18 Oktober 2014. 

 “Kami sangat menyesalkan kinerja pemadam kebakaran, karena tidak cepat datang membantu, padahal ini masuk ibukota Kabupaten. Harusnya mereka cepat tanggap dan komandannya harus bertanggungjawab,”jelas Dusri Harpen, walinagari Koto Gaek.

Menurut Darius Harpen, saat musibah itu terjadi, sejumlah mobil tangki dari depot air milik warga di Kayuaro dan dibantu ratusan warga sekitar Sukarami, berupaya memadamkan kobaran api dengan menyemprotkan air baku itu ke kobaran api di rumah korban yang terus saja membesar. Sementara mobil pemadam kebakaran yang telah dihubungi tidak muncul sampai rumah milk Syafrizal rata dengan tanah.

Hal yang sama juga disesalkan oleh mantan Ketua DPRD Kabupaten Solok dan juga Ketua LKAAM Kabupaten Solok yang tampak ikut berpartisipasi dalam mengatur lalulintas pada waktu kejadian.

“Seharusnya etugas pemadam kebaran dibawah pimpinan BPBD Kabupaten Solok, cepat mengirim kendaraan damkar kesini, akrena jaraknya dari Kayuaro hanya sekitar 500 meter. Tapi ini mereka tidak kelihatan,” sesal Syafri Dt Siri Marajo, yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Dekopin Sumatera Barat.

Beberapa waktu kemudian setelah kobaran api dirumah korban mulai padam, barulah datang mobil pemadam kebakaran BPBD Kabupaten Solok dari posko Koto Baru ke lokasi kejadian, namun kendaraan danmkar dihadang warga dan hampir saja dibakar. Untuk emosi warga bisa diredam petugas kepolisian dari Polsek Talang dan petugas dari Polres Kabupaten Solok, guna mengamankan TKP dari hal hal yang tidak diinginkan.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Solok, H. Abdul Manam, kepada Koran Padang di Koto Baru menyebutkan bahwa pihaknya tidak ada maksud sama sekali untuk memperlambat mengirim bantuan kendaraan pemadam ke TKP.

“Saat petugas mendapat laporan, anggota kita langsung meluncur ke TKP. Namun jarak tempuh yang jauh dan kondisi jalan dari Sumani dan Koto Baru yang menanjak, kendaraan tidak bisa cepat sampai di lokasi. Selain itu, paling cepat bisa ditempuh kendaraan pemadam dari Koto Baru ke Sukarami adalah 40 menit. Sedangkan kendaraan pemadam kita yang di Kayu Aro sedang dalam tahap perbakan dan saat ini berada di bengkel karena habis terbalik di nagari Guguk beberapa waktu lalu,” jelas Abdul Manam.

Dia juga menambahkan, biasanya kalau rumah kayu terbakar, paling lama habis dilalap api dalam waktu 5 menit dan kalau bangunan permanen 15 menit. Sementara jarak Koto Baru Sukarami paling cepat ditempuh dalam waktu 40 menit. “Kalau masyarakat sedang panik, tentu sah-sah saja mereka emosi, namun kami tidak ada bermaksud melalaikan tugas kami,” tutur Abdul Manam (wandy)