Kebakaran di Sukarami Solok, Pemilik Alami Luka Bakar

BIJAK ONLINE-Si jago merah dengan cepat menghanguskan sebuah bangunan bengkel motor, sekaligus rumah kediaman sang pemilik toko onderdil kendaraan bermotor, milik Syafrizal alias Iseh (38), di Jorong Sukarami Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sabto, 18 Oktober, 2014.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.30 WIB  dan dengan cepat meluluhlatakan bangunan yang sebahagian terbuat dari papan tersebut. Selain menghanguskan bangunan rumah, api juga membakar mobil Avanza milik korban dengan Nopol BA 153 H dan sebuah sepeda motor Suzuki Shogun BA 6464 H, yang saat kejadian tidak sempat diselamatkan.

Kemudian, aksi sijago merah dengan leluasa melalap bangunan dan seluruh isi rumah serta ditambah tiupan angin kencang. Meski masyarakat sekitar ikut membantu memadamkan api, namun tidak bisa dijinakan.

Akibat musibah kebakaran yang menghebohkan warga Nagari Koto Gaek Guguak dan nagari sekitarnya, kebakaran juga mengakibabkan kemacetan lalulintas karena lokasi kebakaran berada persis di pinggir jalan Lintas Sumatera Padang Solok, KM 21.

Sementara isteri korban, Fitria Yulisma alias Ria (35), mengalami luka bakar yang serius di sekujur tubuhnya dan langsung dilarikan ke RSUD Arosuka. Namun karena luka koban sangat serius, akhirnya isteri korban dilarikan ke RSUD M. Jamil Padang untuk mendapatkan perawatan intensif. Untungnya waktu kejadian kedua anak korban sedang berada di luar rumah,sehingga terhindar dari kebakaran.

Kapolres Kabupaten Solok, AKBP Tommy Bambang Irawan, melalui Kasat Reskrim, Abdul Syukur, menyebutkan bahwa dugaan sementara seumber api berasal dari dapur karena korban edang memasak. “Dugaan sementara ai berasal dari api kompor yang menyambar tumpahan bensin yang sedang disalin Isteri korban Ria, karena korban juga menjual bensin eceran dan api langsung membesar karena bensin yang berada di dalam dirgen juga ikut tumpah, sehingga api langsung membesar dan tidak bisa dijinakan,” jelas Abdul Syukur.

Dia juga menjelaskan bahwa kerugian sementara ditaksir mencapai ratusan juta, sebab tidak ada satu pun barang-barang korban yang bisa diselamatkan, kecuali hanya pakaian yang menempel di badan.(wandy)