Hamdallah, Kanwil Kemenag Sumbar Kembali Dari Tanah Suci

BIJAK ONLINE-Hamdallah.Kakanwil Kemenag Sumbar, H Syahrul Wirda, yang tergabung dalam emaah Haji Kloter VII Debarkasi Padang,  berhasil mendarat dengan selamat di Bandara International Minangkabau pukul 04.25 WIB dinihari, Sabtu (18/10/2014).

Kedatangan jemaah haji ini terlambat (delay) dari jadwal semula yang seharusnya tiba di tanah Jumat (17/10) pukul 15.15 WIB. Bahkan, keterlambatan ini mencapai 13 jam dari jadwal yang seharusnya.

Menurut keterangan Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah H. Syamsuir, delaynya pesawat  yang membawa jemaah haji kloter disebabkan kerusakan teknis pada pesawat garuda boeng 747 seri 400.

Disamping itu keterlambatan juga disebabkan padatya jadwal penerbangan yang memulangkan jemaah haji seluruh dunia di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Sampai pemulangan kloter VII ini rata-rata pesawat mengalami delay lebih kurang 2 jam setiap penerbangan.

“Benar, rata-rata pemulangan jemaah haji dari Jeddah ke tanah air mengalami keterlambatan sekitar 2 jam lah,” ungkap Kabid PHU Sumbar, Syamsuir kepada wartawan di Asrama Haji Tabing Padang, kemarin.

Dikatakannya, jemaah haji yang tergabung dalam kloter tujuh ini berjumlah 455 orang yang berasal dari Kota Padang, 188 jemaah, Kab. Solok 112 jemaah, Kota Solok 79 jemaah dan Kota Sawahlunti 70 jemaah.

Sementara jemaah tanazul (pindah) ke kloter 2, satu orang Gusmayeti Restiyan Admiral Putra, asal Kota Padang dan jemaah yang tanazul ke kloter VII satu orang, Bustami dari kloter 9 asal Kab. Kerinci Provinsi Jambi.

Diantara 455 jemaah yang dipimpin Ketua Kloter H. Syamsir (Kasubbag TU Kab. Solok) dan Pembing Ibadah H. Firdaus Fuad, termasuk didalamnya Kakanwil Kemenag Sumbar beserta istri yang juga menjadi jemaah haji pada tahun 2014 ini.

kedatangan jemaah kloter VII ini disambut Pgs Kakanwil Kemenag Sumbar bersama Kepala Bidang, Kakan Kemenag dan Walikota Solok H. Irzal Ilyas yang telah tiba di BIM sejak pukul 04.00 dini hari tersebut. Kedatangan jemaah haji ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Kepala Daerah yang menyaksikan langsung jemaahnya turun dari pesawat. Rasa harupun tak bisa dielakkan ketika satu persatu jemaah menuruni tangga pesawat.

Seperti biasa setelah jemaah turun dari pesawat langsung naik bus yang akan membawa jemaah ke Asrama Haji Debarkasi Padang untuk chek buku kesehatan dan suhu tubuh melalui thermal scanner yang dipasang dipintu aula asrama haji. Selanjutnya jemaah diserahkan kepada panitia daerah. (hms/noa)